Selasa, 28 Juli 2009

Menkeu Menantang Tjiptardjo

Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan pemilihan M. Tjiptardjo sebagai Dirjen Pajak baru bukan berdasarkan pertimbangan pencapaian kinerja individu pribadi dari sosok Tjiptardjo, melainkan sebagai perwakilan dari angkatan terakhir dari aparat Ditjen Pajak sekaligus sebagai representasi orang internal pajak."Terpilihnya Pak Tjiptardjo bukan pencapaian dari pribadi Pak Tjiptardjo, saya melihat karena ada kesempatan dari satu generasi terakhir pejabat pajak di Ditjen Pajak," kata Sri Mulyani dalam pidato sambutannya di aara pelantikan Tjiptardjo di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (28/7/2009).Sri Mulyani mengatakan Tjiptardjo mewakili angakatan pajak terakhir dimana rekan-rekan seangkatannya akan pensiun dalam waktu dua tahun ke depan."Ini kesempatan terakhir untuk membuktikan, bahwa anda dan teman seangkatan yang telah direkrut dididik, diberi kesemapatan dan berkarir. Ini sebagai puncak karir," ucapnya.Menurut Sri Mulyani pemilihan Tjiptardjo telah melalui proses dan pertimbangan yang matang, yang merupakan kepercayaan dari Presiden demi tugas dan tanggung jawab yang penting."Sebetulnya tugas saya adalah untuk mengembalikan reformasi pajak pada ke aparat pajak, bukan kemauan Presiden atau menteri," ujarnya.Sehingga, kata dia, jika kepemimpinan Tjiptardjo berhasil maka bisa menjadi kesempatan bagi internal pajak seterusnya dalam mereformasi Ditjen Pajak yang selama ini selalu berasal dari orang luar pajak seperti Darmin Nasution."Kalau sampai gagal, bukan kegagalan menteri tapi Pak Tjiptardjo dan teman-teman, kalau berhasil maka keberhasilan Pak Tjiptardjo dan temen-teman yang didukung oleh saya," seloroh Sri Mulyani.
Detikfinance

3 komentar: