28/07/2009
Direktur Intelijen dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak, Mochamad Tjiptardjo dipastikan menjabat sebagai Dirjen Pajak baru menggantikan Darmin Nasution. Kepres penunjukkan Tjiptarjo sudah diteken.Demikian disampaikan oleh Direktur Humas Direktorat Jenderal Pajak Djoko Slamet saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (27/7/2009)."Yah Pak Tjiptardjo menggantikan Pak Darmin, Kepres sudah tadi keluar, kita menyambut gembira ini," ujarnya singkat.Sementara Tjipardjo menambahkan, dirinya masih menunggu pemberitahuan formal soal penunjukan dirinya sebagai Dirjen Pajak."Sampai saat ini saya masih menunggu surat formalnya. Kalau pemberitahuan biasanya nanti malam jam 7. Sudah ada beberapa karangan bunga yang datang, termasuk dari pak Djoko tapi belum ada kepastian," pungkasnya saat dihubungi secara terpisah.Posisi Dirjen Pajak kini kosong menyusul dilantiknya Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada hari ini. Darmin sebelumnya mengungkapkan, ada 3 calon yang diusulkan untuk menjadi Dirjen Pajak.
Tjiptardjo Dirjen Pajak Disambut Positif
Penunjukkan Mochamad Tjiptardjo sebagai Dirjen Pajak yang baru ditanggapi positif oleh DPR. Tjiptardjo dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap reformasi birokrasi pajak.Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo mengatakan, dengan dipilihnya Dirjen Pajak baru dari kalangan internal, maka akan memberikan kepercayaan terhadap reformasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP)."Tjiptardjo dikenal cukup tinggi komitmennya terhadap reformasi birokrasi pajak. Jadi ada harapan DJP akan menjadi organisasi yang lebih baik di masa mendatang. Ini penting karena penerimaan pajak berisiko terimbas pelemahan ekonomi global," ujarnya kepada detikFinance , Senin (27/7/2009). Dradjad memberikan pesan khusus kepada Dirjen Pajak baru ini agar nantinya memperkuat sinkronisasi antara intelejen pajak dan aspek hukum sehingga bisa menindak tegas wajib pajak 'nakal'. "Hal ini agar kasus seperti Asian Agri yang terkatung-terkatung bertahun-tahun tidak terulang lagi karena sangat tidak sehat bagi kinerja DJP," tegasnya.Direktur Humas Direktorat Jenderal Pajak Djoko Slamet sebelumnya telah mengkonfirmasi penunjukkan Tjiptardjo sebagai Dirjen Pajak. Keppres penunjukan Tjiptardjo kini sudah keluar dan kabarnya akan dilakukan pelantikan besok siang.Tjiptardjo memang dikenal sebagai 'pemburu' para wajib pajak nakal yang ada. Ia juga dikenal sebagai 'pemburu' dalam kasus penggelapan pajak Asian Agri.
Menkeu: Dirjen Pajak Baru Harus Bisa Lanjutkan Reformasi
Meski belum secara resmi mengkonfirmasi mengenai terpilihnya Tijptardjo sebagai Dirjen Pajak baru, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan Dirjen Pajak yang baru harus mampu meneruskan reformasi pajak yang selama ini sudah dirintis oleh Darmin Nasution."Pada intinya kriteria untuk meneruskan refromsi di dalam pajak, bayak hal yang masih harus dilakukan dari dalam terutama untuk memberikan regenerasi dan harapan aparat di dirjen pajak bawah mereka mampu untuk membangun reputasi, kepemimpinan dan menjaga kontinuitas reform dari dirinya sendiri," kata Menkeu saat di temui di kantornya Senin malam (27/7/2009).Sayangnya Sri Mulyani masih enggan menyatakan kebenaran Tjiptardjo sebagai pengganti Darmin, Sri Mulyani hanya mengelak singkat."Wah kalian sambutan pidato saya besok dong, pidato saya harus bagus," ucapnya tersenyum.Bahkan ketika ditanya kreteria apa saja saat memilih Dirjen Pajak yang baru ini (Tjiptardjo) ia kembali mengelak."Nanti saya bocor deh, pidato saya," ucapnya tertawa.Ditempat yang sama ekonom dari FE UI Firmanzah mengatakan sosok Tjiptardjo yang berbekal sebagai direktur intelejen dan penyelidikan pajak, dianggap paling tepat menggantikan Darmin Nasution. Sehingga pekerjaan rumah dalam memperluas wajib pajak (WP) akan lebih mudah dilakukan."Semuanya tergantung fit and proper test, apalagi dirjen pajak pertimbangannya tidak sederhana. Kalau latar belakang initelejen pajak mungkin sebagai cara untuk meningkat wajib pajak," ucap pria yang biasa disapa Fiz itu.Tjiptoardjo saat ini menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak. Ia dikenal salah satu pemburu kasus Asian Agri dan juga masalah wajib pajak-wajib pajak nakal.
Detikfinance
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar