Kamis, 13 Agustus 2009

N6021 Lebih Aman dari BlackBerry


INILAH.COM, Jakarta – Pejabat tampaknya tak perlu ikut trend BlackBerry, karena bahaya cyber bisa mengancam. Untuk urusan komunikasi Menteri Keamanan Inggris rela menggunakan Nokia tua 6021. BlackBerry kurang aman karena bisa dibobol penjahat.
Menteri Keamanan Inggris Lord West mempertahankan ponsel kunonya, karena iPhone atau BlackBerry tidak menjamin aman dari penjahat di internet. "Dengan email, makin besar kemungkinan orang bisa melihat apa yang telah ditulis. Smartphone membuat makin terbuka dan dengan perangkat itu orang lain bisa mengakses semua data di dalamnya,” tukasnya, kemarin.
Cyberspace telah lama menjadi lahan bagi kriminal untuk mencari korban. Setiap tahun kerugian dari kejahatan cyber rata-rata diperkirakan mencapai 50 miliar poundsterling di Inggris.
Tak hanya orang biasa, organisasi yang didukung oleh negara juga mencoba mencuri rahasia negara tertentu. Kekuatan seperti itu juga bisa melemahkan ekonomi suatu negara, dengan merusak industri keuangan dan perbankannya.
Pemerintah Inggris telah membelanjakan ratusan juta poundsterling setiap tahun untuk memperkuat keamanan cyber. Pengamanan itu dipusatkan di GCHQ yang memiliki perangkat, serta SDM yang paling baik di Inggris, untuk mempertahankan cyberspace.
Inggris juga membangun Cyber Security Operation Centre yang mengkoordinasikan pertahanan di semua sektor industri termasuk sektor perbankan dari serangan cyber.
Perdana Minister Inggris Gordon Brown juga membentuk unit khusus sebagai pembaruan strategi keamanan nasionalnya. "Pada abad 18 kita mengamankan wilayah lautan untuk kemakmuran dan keamanan negara dan abad 20 kita telah mengamankan udara. Di abad 21 kita harus mengamankan cyberspace," kata Brown.
Menteri keamanan Inggris mengakui Inggris banyak mengalami serangan cyber namun tidak mengungkapkan data yang telah dicuri. Operator Inggris BT Group PLC yang merupakan salah satu terbesar di dunia, memperkirakan setiap hari sistemnya mengalami 1.000 usaha serangan cyber.
Jonathan Evans, kepala agen mata-mata dalam negeri Inggris MI5, telah mengingatkan China dan Rusia menggunakan teknologinya untuk memata-matai Inggris. Rusia bahkan secara terang-terangan dituduh melakukan serangan skala besar ke sistem komputer Estonia pada 2007.
Pejabat Inggris telah lama mengkhawatir kelompok teroris termasuk yang berhubungan dengan al-Qaida akan mengembangkan kemampuan perang cyber untuk menyerang target Negara barat. "Sejauh ini teroris belum masuk ke wilayah itu, tapi mereka bisa belajar dengan cepat," jelas West.
Ia mengatakan pemerintah Inggris mencari anak muda yang memiliki bakat di bidang komputer termasuk yang biasa melakukan hacking atau kejahatan cyber tingkat rendah. Anak muda ini akan dibina oleh pemerintah Inggris untuk memperkuat pertahanan negara itu.
Tak hanya Inggris, AS juga mengumumkan pasukan cyber untuk melakukan perang digital. Menteri pertahanan AS Robert Gates membentuk komando itu yang akan beroperasi di bawah kendali US Strategic Command.
Langkah itu merefleksikan strategi militer dimana "dominasi cyber" kini sebagai bagian doktrin perang AS. Langkah itu menyusul makin tingginya ancaman mata-mata digital yang datang dari China, Rusia serta negara lain.
AS melihat cyber merupakan wilayah keamanan nasional sama pentingnya dengan keamanan laut dan udara. Namun beberapa analis makin khawatir pendekatan yang agresif itu bisa menjadi ancaman pada privacy dan kemerdekaan sipil. Selain itu juga bisa menjadi dilema hubungan diplomatik. [E1]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar